Belasan Murid TK di Jember Diduga Keracunan MBG, Dilarikan ke Puskesmas

Dwi Sugesti Megamuslimah
Thursday, 21 May 2026 09:36 WIB

KERACUNAN: Salah satu siswa TK yang dirawat inap usai diduga keracunan menu MBG. (Foto: Istimewa)
JEMBER, TADATODAYS.COM - Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Jember kembali menjadi sorotan. Sebanyak 18 murid taman kanak-kanak (TK) diduga mengalami keracunan usai menyantap makanan dari Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Mitra Kaliwates 7 di Jalan Teratai, Rabu (20/5/2026).
Sejumlah anak dilaporkan mengalami gejala mual dan muntah setelah menyantap makanan program MBG. Empat anak bahkan harus menjalani perawatan inap di RSU Kaliwates.
Selain itu, satu anak dirawat di Puskesmas Kaliwates, satu lainnya di Puskesmas Jember Kidul, sedangkan korban lain menjalani rawat jalan.
Informasi tersebut pertama kali diterima anggota DPRD Jember, David Handoko Seto, pada Rabu malam. Ia mengaku mendapat laporan adanya sejumlah murid TK yang diduga mengalami keracunan makanan MBG. “Pak izin melaporkan kejadian tadi siang banyak murid TK yang keracunan makanan MBG,” ujar David pada Kamis (21/5/2026) pagi menirukan laporan yang diterimanya.
Menanggapi kejadian itu, Ketua Satgas MBG Jember yang juga Penjabat Sekretaris Daerah Jember, Achmad Imam Fauzi, menegaskan pihaknya akan mengambil langkah tegas dengan meminta operasional SPPG tersebut dihentikan. “Satgas akan tegas meminta penutupan SPPG tersebut,” kata Fauzi dalam keterangan resminya.

Ia menyebut, dapur MBG itu sebenarnya sudah beberapa kali mendapat peringatan karena kerap menjadi bahan keluhan masyarakat melalui kanal pengaduan Wadul Guse. Karena itu, Satgas MBG berencana melakukan pengecekan langsung terhadap sejumlah dapur MBG di berbagai kecamatan di Jember. “SPPG ini sering diingatkan karena sering masuk ke kanal Wadul Guse keluhan masyarakat,” ujarnya.
Fauzi juga menyampaikan, Bupati Jember turut menyesalkan insiden tersebut. Ia juga meminta maaf kepada para korban serta keluarga mereka.
Pemerintah berharap dugaan keracunan makanan MBG itu menjadi kejadian terakhir di Kabupaten Jember. “Semoga kejadian ini adalah kejadian terakhir terjadi di Kabupaten Jember,” katanya.
Berdasarkan hasil penulusuran tadatodays.com, SPPG tersebut adalah SPPG Al-Mubarok Kaliwates 3. Namun, hingga berita ini ditulis, pihak SPPG belum merespon upaya konfirmasi yang dilakukan. (dsm/why)
.jpg)


Share to
 (lp).jpg)

