Bryan Bagus Bayu Pratama


Wartawan Tadatodays.com | 2022-05-11 16:39:56

DPRD Jember Resmikan Press Room

PRESS ROOM: Ketua Komisi A DPRD Kabupaten Jember Tabroni dalam peresmian press room di gedung dewan, Rabu (11/5/2022).

JEMBER, TADATODAYS.COM - DPRD Jember kini memiliki press room. Ruang bagi pekerja media itu telah diresmikan oleh Ketua Komisi A, Tabroni, sebagai perwakilan DPRD Kabupaten Jember, Rabu (11/5/2022).

Tabroni mengatakan, press room tersebut diresmikan guna memudahkan aktivitas para jurnalis, meningkatkan semangat dan kinerja mereka dalam bertugas, serta membangun sinergitas antara jurnalis dengan DPRD Jember. “Iini adalah upaya kita bersinergi dengan teman-teman media, agar semua informasi dan kegiatan yang ada DPRD Jember dapat tersampaikan kepada masyarakat Jember," katanya.

Baca Juga : Soal Lapangan Talangsari, Ancer Minta Fraksi Teken Penolakan

Tabroni mengatakan, inisiatif tersebut muncul karena DPRD Jember menginginkan para jurnalis dapat berkumpul untuk berkomunikasi dan berkordinasi dengan DPRD Jember. "Ini memudahkan kedua belah pihak, antara media dan DPRD," ungkapnya.

Baca Juga : DPRD Jember: Lapangan Talangsari Tetap Ruang Terbuka Hijau

Sutrisno, jurnalis senior yang turut hadir dalam peresmian mengatakan, press room tersebut akan meningkatkan semangat dan kinerja rekan-rekan jurnalis. Menurutnya, press room tersebut adalah rumah bersama bagi semua jurnalis untuk melakukan kordinasi dan bertukar informasi.

"Ini adalah rumah bersama bagi teman-teman media yang melakukan peliputan di DPRD secara rutin.  Jadi, tidak ada sekat bagi pelaku media, dan silahkan melakukan kerja-kerja jurnalistik di ruangan ini," katanya.

Sutrisno menggarisbawahi, press room ini dibuat bukan untuk “menina bobokkan media” atau membungkam media terhadap DPRD Jember. Namun ini sebagai relasi kebersamaan media dan DPRD.

Selain itu, yang lebih penting dimaknai dari press room ini adalah memperluas keterbukaan informasi publik. "Press room ini menjadi tempat bagi anggota dewan yang mau menyampaikan pendapat maupun argumentasinya pada media," katanya. (bp/why)