Andi Saputra


Wartawan Tadatodays.com | 2020-12-10 14:40:19

Hendy-Gus Firjaun Menang Versi Quick Count, DPRD Jember Cukur Gundul

NAZAR: Sejumlah anggota DPRD Jember mencukur gundul rambut mereka, sebagai nazar setelah paslon Hendy-Gus Firjaun menang versi hitung cepat.

JEMBER, TADATODAYS.COM - Sejumlah anggota DPRD Jember bersama sebagian masyarakat menggelar aksi cukur gundul. Aksi ini sebagai wujud syukur atas kemenangan versi hitung cepat pasangan calon (Paslon) Hendy Siswanto dan Balya Firjaun Barlaman di Pilkada Jember 2020.

David Handoko Seto, legislator Partai Nasdem yang merupakan pendukung paslon Hendy-Gus Firjaun mengatakan, cukur gundul ini sebagai simbol rekonsiliasi. Karena menurutnya, berahirnya perhelatan pilkada juga ikut mengakhiri sekat perbedaan pilihan politik yang dalam beberapa bulan terahir sempat memanas.

Baca Juga : KPU Jember Tetapkan Hendy-Gus Firjaun Sebagai Paslon Terpilih

"Pilkada telah selesai, tidak ada lagi 01, 02 atau 03. Mari kita bersama sama memperbaiki Jember," ujarnya, Kamis (10/12/2020).

Baca Juga : Terlambat, Gubernur Tolak Raperkada APBD 2021 Jember

Aksi yang digelar di dalam gedung dewan ini, tak hanya diikuti oleh partai pendukung Hendy-Gus Firjaun tetapi juga di Ikuti oleh perwakilan anggota dewan yang partainya mendukung paslon nomor urut 03 Salam-Ifan.

Salah satunya Nyoman Ari Wibowo, legislator dari Partai Amanat Nasional (PAN) yang partainya mendukung Salam-Ifan, mengatakan, cukur gundul jugak sebagai simbol rasa syukur atas tumbangnya kekuasaan petahana.

"Meski saya pendukung paslon 03 dan kalah, tapi pilkada telah selesai dan kita ingin mensyukuri bahwa kini Jember punya bupati baru," ujarnya.

Sementara itu, salah seorang warga Desa Jubung, Kecamatan Sukorambi bernama Sudarsono, yang ikut berpartisipasi mengatakan, cukur gundul adalah bentuk nadzarnya.

"Ini adalah bentuk nadzar, jika petahana tumbang dan terpilih  bupati baru saya akan cukur gundul," ungkapnya.

Pria yang akrab disapa Darsono itu berharap, bupati yang baru bisa memperbaiki Jember yang menurutnya selama ini carut marut.

Ia juga meminta agar bupati terpilih tidak anti kritik, sebab di era demokrasi salah satu kemajuan suatu daerah karena pemimpinnya bersedia menerima masukan dari rakyatnya.

"Karena kritik di era demokrasi berfungsi sebagai penyeimbang kekuasaan," pungkansya. (as/don)