Kerjasama Wisata Pemkab Jember Jadi Perhatian DPRD

Dwi Sugesti Megamuslimah
Dwi Sugesti Megamuslimah

Tuesday, 27 Jan 2026 16:18 WIB

Kerjasama Wisata Pemkab Jember Jadi Perhatian DPRD

PANTAI: Peresmian pengintregasian wisata Pantai Papuma-Watu Ulo beberapa waktu lalu. (Foto: Dokumentasi Maulana)

JEMBER, TADATODAYS.COM - Kerjasama pengelolaan wisata antara Pemerintah Kabupaten Jember dan PT Palawi menjadi perhatian DPRD Jember. Legislatif menilai sejumlah aspek dalam kerja sama tersebut masih perlu dikaji dan dievaluasi agar benar-benar memberikan dampak optimal terhadap peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) dan kesejahteraan masyarakat.

Ketua Komisi B DPRD Jember Candra Ary Fianto mengatakan hingga kini DPRD belum menerima dokumen resmi terkait kerja sama tersebut. Khususnya yang menyangkut KSU dan mekanisme pembagian keuntungan dari pengelolaan tiket wisata Papuma dan Watu Ulo.

“Kalau untuk dokumen resminya kami masih belum menerima. Padahal di situ nanti akan ada sharing profit dari tiket yang sudah disatukan,” ujarnya, Selasa (27/01/2026) siang.

Menurut Candra, DPRD memiliki kewajiban memastikan kerja sama yang dijalankan eksekutif benar-benar memberikan manfaat bagi daerah. Terutama dalam peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) dan perbaikan sarana dan prasarana wisata.

Ia menjelaskan, meski penerapan tiket terintegrasi di Papuma dan Watu Ulo menunjukkan peningkatan jumlah kunjungan wisatawan sejak awal Januari 2025, namun evaluasi tetap diperlukan. DPRD menilai peningkatan kunjungan harus berbanding lurus dengan peningkatan kualitas fasilitas dan kenyamanan pengunjung.

“Kami masih menerima keluhan, seperti tempat sampah yang belum mencukupi, fasilitas MCK yang kurang, hingga belum tersedianya area bermain anak. Ini harus menjadi perhatian bersama,” tegasnya.

Selain itu, Komisi B DPRD Jember juga menyoroti peran pemerintah daerah dalam memberikan insentif dan dukungan terhadap peningkatan sarana-prasarana di kawasan wisata.  Menurut politisi PDI-Perjuangan itu, pemerintah tidak hanya dituntut mengejar pendapatan, tetapi juga memastikan pengelolaan wisata berjalan berkelanjutan.

“Pemerintah daerah juga harus memberikan dukungan, misalnya perbaikan akses jalan dan fasilitas penunjang lainnya. Jangan sampai kerja sama ini hanya menguntungkan satu pihak,” katanya.

Candra menegaskan DPRD akan terus melakukan koordinasi dan komunikasi dengan pimpinan DPRD maupun pihak eksekutif untuk memastikan seluruh proses kerja sama berjalan transparan dan akuntabel. “Kerja sama ini belum selesai sampai di sini. Masih ada banyak hal yang perlu kita optimalisasi agar benar-benar berdampak pada peningkatan PAD dan kesejahteraan masyarakat,” pungkasnya.

Sementara, Kepala Dinas Keolahragaan, Pariwisata dan Kebudayaan (Disporaparbud) Jember Bobby Arie Sandy mencatat peningkatan signifikan setelah adanya intregasi wisata Pantai Papuma dan Watu Ulo. Menurut Bobby, sejak diterapkannya sistem tiket terintegrasi Papuma-Watu Ulo pada awal Januari, jumlah pengunjung menunjukkan peningkatan signifikan.

Puncak kunjungan terjadi pada tanggal 4 Januari dengan mencapai 9.000 pengunjung, melampaui jumlah kunjungan pada 1 Januari yang hanya sekitar 8.000 pengunjung gabungan dari Papuma (6.000 pengunjung) dan Watu Ulo (1.800 pengunjung). "Antusiasme warga dan pengunjung sangat luar biasa. Ada peningkatan yang signifikan dibanding tahun baru kemarin," katanya. (dsm/why)


Share to