Bryan Bagus Bayu Pratama


Wartawan Tadatodays.com | 2022-03-24 18:10:12

Kesulitan Mendapatkan Pupuk Subsidi, Puluhan Petani Unras di Kantor Desa Harjomulyo

PETANI: Dengan menggunakan pengeras suara, petani di Desa Harjomulyo menyuarakan aspirasinya terkait langkanya pupuk subsidi. Aksi itu digelar di kantor desa setempat, Kamis (24/3/2022) sekira pukul 10 pagi.

JEMBER, TADATODAYS.COM - Puluhan Petani di Desa Harjomulyo, Kecamatan Silo, Kabupaten Jember menggelar aksi unjuk rasa di depan Balai Desa Harjomulyo, Kamis (24/3/2022) sekira pukul 10.00 WIB. Aksi itu dilakukan karena petani setemtpat kesulitan mendapatkan pupuk subsidi. jika pun ada, harganya sangat mahal.

Kordinator aksi, Ahmad Suryanto mengatakan petani sering kesulitan mendapatkan pupuk bersubsidi. Menurutnya, ketersediaan pupuk murah tersebut tidak jelas.

Baca Juga : Warga Talangsari Demo Menolak Pelepasan Lapangan Bola

"Jika petani menunggu momen harga yang standar, uangnya petani sudah tidak ada. Kalaupun (harga) mau naik ya sesuaikan dengan kemampuan petani," kata Suryanto.

Baca Juga : Pertanyakan Kasus Pria Ajak Minum Miras, Warga Demo Polresta Banyuwangi

Dirinya mengatakan aksi tersebut bertujuan untuk mengingatkan pihak-pihak terkait agar segera memperbaiki sistem distribusi pupuk yang ada di Desa Harjomulyo. Hal itu agar para petani tidak menduga-duga terkait adanya mafia pupuk di Desa Harjomulyo.

Selanjutnya, Kepala Desa Harjomulyo, Kartono mengatakan bahwa pihaknya telah menggelar mediasi dengan petani yang menggelar aksi.

Kartono mengatakan, pihaknya juga mengharapkan ada perbaikan distribusi pupuk subsidi. "Tadi sudah menyepakati akan ada langkah-langkah seperti, pendataan dan perekrutan ulang petani yang belum masuk ke kelompok tani," ujarnya.

Menanggapi harga pupuk yang tidak sesuai HET, Kartono mengatakan bahwa ada biaya transport saat pengiriman pupuk kepada petani.

Sementara itu, Penyuluh Pertanian Lapangan Desa Harjomulyo, Zaini menuturkan bahwa pihaknya akan peraturan terkait dengan Kelompok Tani (Poktan) yang mendapatkan pupuk subsidi. "Untuk setiap Poktan harus memiliki aturan semacam AD/ART, dan harus ada masa baktinya," katanya. (bp/don)