PDIP Desak Insentif 22 Ribu Guru Ngaji di Jember Cair sebelum Idul Fitri

Dwi Sugesti Megamuslimah
Tuesday, 03 Mar 2026 13:51 WIB

Juru Bicara Fraksi PDI-Perjuangan Jember Wahyu Prayudi Nugroho
JEMBER, TADATODAYS.COM - Fraksi PDI Perjuangan DPRD Jember mendesak Pemkab Jember mempercepat pencairan insentif bagi ribuan guru ngaji sebelum Hari Raya Idul Fitri. Desakan itu muncul setelah proses pendataan penerima hampir tuntas dan tinggal menyisakan sebagian kecil desa.
Juru Bicara Fraksi PDIP Wahyu Prayudi Nugroho menyebut pendataan telah rampung di mayoritas desa dan kelurahan. Dari total 248 desa dan kelurahan, hanya 26 desa yang masih menyelesaikan tahap akhir verifikasi. “Saat ini tinggal 26 desa yang belum selesai pendataan. Untuk detailnya kita masih menunggu update resmi dari Bagian Kesra,” ujarnya pada Selasa (3/3/2026) siang.
Menurutnya, momentum Ramadan harus dimanfaatkan pemerintah daerah untuk menghadirkan kepastian bagi para guru ngaji. Insentif sebesar Rp 1,5 juta per orang dinilai akan sangat membantu kebutuhan menjelang Lebaran.
Namun, Nuki mengingatkan agar proses pendataan dilakukan secara terbuka. Ia mendorong hasil verifikasi nama penerima diumumkan secara terbuka di kantor desa dan kelurahan guna menghindari polemik di kemudian hari.

“Kalau perlu ditempel di papan pengumuman desa atau diumumkan secara terbuka. Transparansi ini penting supaya anggaran yang besar itu benar-benar tepat sasaran,” tegasnya.
Pihaknya berharap tidak ada lagi kendala administratif yang memperlambat pencairan. Targetnya jelas yakni sebelum takbir berkumandang, insentif sudah masuk ke tangan para penerima.
Diketahui, dalam APBD 2026, Pemkab Jember mengalokasikan anggaran sekitar Rp 46 miliar untuk program insentif tersebut. Anggaran itu tidak hanya diperuntukkan bagi 22 ribu guru ngaji, tetapi juga mencakup guru kitab suci non-muslim dan mudin, sekitar 3.000 marbot, serta 2.000 ketua pengajian Muslimah.
Sementara itu, data dari Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Pemkab Jember, Nurul Hafid Yasin, menunjukkan komposisi penerima tahun ini mengalami perubahan. Dari total 22 ribu guru ngaji yang terdata, sekitar 44 persen merupakan nama baru. "Sekitar 40 persen di antaranya adalah pengajar kitab suci non-muslim," katanya. (dsm/why)


Share to
 (lp).jpg)



