Pemakaman di Nguling Pasuruan Kebanjiran, Kerangka Manusia Muncul ke Permukaan Tanah

Amal Taufik
Amal Taufik

Monday, 19 Jan 2026 17:37 WIB

Pemakaman di Nguling Pasuruan Kebanjiran, Kerangka Manusia Muncul ke Permukaan Tanah

PEMAKAMAN: Kerangka manusia muncul ke permukaan tanah akibat area pemakaman dihantam banjir.

PASURUAN, TADATODAYS.COM - Banjir yang terjadi di wilayah Kecamatan Nguling, Kabupaten Pasuruan, berdampak pada area Tempat Pemakaman Umum (TPU) Rajeman, Desa Nguling. Luapan air sungai menggerus tebing pemakaman hingga satu makam lama terbuka dan memperlihatkan kerangka manusia di permukaan tanah.

Kondisi tersebut terjadi setelah hujan dengan intensitas tinggi mengguyur wilayah setempat dan sekitarnya. Debit air sungai yang meningkat membuat tanah di sepanjang bantaran sungai mengalami abrasi, termasuk di lokasi pemakaman yang berada persis di tepi aliran sungai.

Warga Dusun Pandean yang pertama kali mengetahui kejadian itu mengaku terkejut saat melihat tulang-belulang muncul di area makam. Beberapa bagian kerangka terlihat jelas di atas tanah yang becek dan berlumpur akibat genangan air.

Peristiwa tersebut sempat direkam warga dan videonya beredar luas melalui media sosial pada Senin (19/1/2026). Dalam rekaman tersebut, tampak area pemakaman mengalami amblesan dengan retakan tanah memanjang di sisi yang berbatasan langsung dengan sungai.

Kepala Desa Nguling, Edy Suyitno, membenarkan kejadian tersebut. Ia memastikan bahwa kerangka yang terlihat berasal dari satu liang lahat lama yang terdampak erosi. “Setelah kami lakukan pengecekan, kerangka itu berasal dari makam lama yang posisinya berada di bagian paling pinggir pemakaman,” ujarnya.

Menurut Edy, derasnya aliran sungai saat banjir membuat bangunan penahan tanah di lokasi tersebut tidak mampu menahan tekanan air. Akibatnya, tanah di sekitar makam tergerus dan menyebabkan makam terbuka.

Pemerintah desa menegaskan bahwa kejadian tersebut murni dipicu oleh faktor alam. Tingginya curah hujan menjadi penyebab utama terjadinya abrasi di sepanjang bantaran sungai yang berdampak langsung pada area pemakaman.

Sementara itu, BPBD Kabupaten Pasuruan memastikan kemunculan kerangka manusia di area TPU Rajeman, Desa Nguling, merupakan dampak langsung dari banjir yang terjadi sehari sebelumnya. Debit air sungai yang meningkat tajam menyebabkan aliran air meluap hingga mengikis tanah di bantaran sungai.

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Pasuruan, Sugeng Hariyadi, menjelaskan bahwa derasnya aliran air tidak hanya merendam permukiman warga, tetapi juga merendam area pemakaman. “Pada saat banjir, arus air sangat kuat dan meluap ke berbagai titik. Termasuk kawasan makam yang berada di tepi aliran sungai ikut tergerus,” kata Sugeng. (pik/why)


Share to