Sekolah Beber Kronologi Gangguan Pencernaan Masal Siswa SMPN 1 Umbulsari

Dwi Sugesti Megamuslimah
Dwi Sugesti Megamuslimah

Friday, 06 Feb 2026 15:36 WIB

Sekolah Beber Kronologi Gangguan Pencernaan Masal Siswa SMPN 1 Umbulsari

Kepala sekolah SMPN 1 Umbulsari Mamik Sasmiati

JEMBER, TADATODAYS.COM - SMPN 1 Umbulsari Jember membeber kronologi gangguan pencernaan yang dialami ratusan siswa dan guru. Pemkab Jember juga menemukan pelanggaran SOP dapur MBG yang berpotensi menghambat penelusuran sumber masalah. Diketahui, dapur yang bertanggung jawab adalah SPPG Yayasan Baitul Huda Amanah.

Manajemen SMPN 1 Umbulsari membeberkan kronologi munculnya gangguan pencernaan yang dialami siswa dan tenaga pendidik pada Kamis (5/2/2026). Peristiwa itu sempat mengganggu aktivitas belajar setelah banyak siswa mengeluhkan mual, sakit perut, hingga diare secara bersamaan.

Berdasarkan pendataan sekolah, total ada 112 orang terdampak. Rinciannya 99 siswa serta 13 guru dan tenaga kependidikan. Keluhan tersebut muncul sehari setelah siswa dan guru mengonsumsi menu dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG), Rabu (4/2/2026).

Kepala SMPN 1 Umbulsari Mamik Sasmiati mengatakan laporan awal diterima pada pagi hari sebelum kegiatan belajar berlangsung. “Informasi awal kami terima sekitar pukul 07.15 WIB. Saat itu ada laporan siswa bolak-balik ke toilet karena perut mulas dan mual,” kata Mamik, Jumat (6/2/2026).

Menindaklanjuti laporan tersebut, pihak sekolah langsung melakukan pengecekan ke seluruh kelas untuk mendata siswa dan guru yang mengalami gejala serupa. Pendataan dilakukan sekitar pukul 07.30 WIB. Dari hasil pendataan, ditemukan puluhan siswa dan guru mengalami keluhan yang sama. “Totalnya ada 112 orang yang mengalami keluhan gangguan pencernaan seperti mual, muntah, dan diare,” ujarnya.

Sekolah kemudian memberikan penanganan awal berupa obat-obatan bagi siswa yang mengeluhkan sakit perut dan mual. Selanjutnya, sekitar pukul 09.00 WIB, pihak sekolah melaporkan kejadian tersebut ke penyedia MBG di Umbulsari dan Puskesmas setempat.

Tenaga kesehatan kemudian datang ke sekolah untuk melakukan pemeriksaan dan penanganan lanjutan. “Tenaga medis dari puskesmas datang untuk melakukan pemeriksaan dan penanganan lebih lanjut,” jelasnya.

Selain itu, sekolah juga berkoordinasi dengan pemerintah kecamatan, TNI, dan kepolisian setempat sebagai langkah antisipasi.

Data sementara menunjukkan sempat ada sekitar 15 siswa yang mendapatkan perawatan di Puskesmas Umbulsari. Namun kondisi para siswa berangsur membaik pada sore hari. “Sore kemarin tinggal beberapa siswa yang masih dalam pengawasan. Sebagian besar sudah diperbolehkan pulang dan kondisinya membaik,” kata Mamik.

Sementara itu, Pemerintah Kabupaten Jember menemukan adanya pelanggaran standar operasional prosedur (SOP) pada dapur penyedia MBG terkait penyimpanan sampel makanan. Pj Sekda Jember Akhmad Helmi Luqman, menyebut pengelola dapur tidak menyimpan sampel makanan sebagaimana ketentuan yang berlaku. “Harusnya ada sampling dua hari berturut-turut. Sampel makanan itu tidak boleh dibuang selama dua hari, tapi kemarin tidak ada sampel,” kata Helmi.


Share to