Serapan Pupuk Awal Tahun Tinggi, Balung dan Gumukmas Tertinggi di Jember

Dwi Sugesti Megamuslimah
Monday, 26 Jan 2026 16:22 WIB

Account Executive Pupuk Indonesia Jember Slamet Saputra (kanan).
JEMBER, TADATODAYS.COM - Serapan pupuk subsidi di Kabupaten Jember pada awal tahun 2026 terbilang tinggi. Hingga Januari, realisasi penyaluran pupuk subsidi telah mencapai lebih dari 10 persen dari total alokasi tahunan. Kecamatan Balung dan Gumukmas tercatat sebagai wilayah dengan tingkat penyaluran tertinggi.
Account Executive Pupuk Indonesia Cabang Jember, Slamet Saputra, mengatakan lonjakan serapan pupuk terjadi karena masa tanam berlangsung serentak hampir di seluruh wilayah Jember. Bahkan, dalam waktu singkat jumlah petani yang menebus pupuk cukup tinggi.
“Pada bulan Januari saja realisasi sudah mencapai 10,92 persen. Dalam waktu tiga jam, dari pukul 06.00 sampai 09.00 pagi, tercatat sekitar 200 petani melakukan penebusan pupuk,” ujar Slamet saat Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama komisi B DPRD Jember pada Senin (26/01/2026) siang.
Menurutnya, Balung dan Gumukmas menjadi kecamatan dengan penyaluran tertinggi karena kebutuhan pupuk meningkat seiring pola tanam yang bersamaan. Kondisi tersebut perlu diantisipasi agar alokasi pupuk subsidi tidak habis di awal tahun.

“Kami khawatir alokasi pupuk untuk satu tahun justru terserap di Januari. Karena itu perlu edukasi kepada petani agar penggunaan pupuk disesuaikan dengan sistem tanam dan kebutuhan lahan,” katanya.
Sementara itu, anggota Komisi B DPRD Jember Wahyu Prayudi Nugroho menilai tingginya serapan pupuk di awal tahun harus diimbangi dengan pengawasan distribusi agar tidak menimbulkan kelangkaan di wilayah lain. “Kebutuhan petani memang meningkat karena masa tanam, tapi distribusi harus tetap merata. Jangan sampai kecamatan tertentu berlebih sementara wilayah lain kekurangan,” ujarnya.
Wahyu menegaskan DPRD Jember akan terus mengawal distribusi pupuk subsidi bersama Pupuk Indonesia dan Dinas Pertanian. "Jika kebutuhan pupuk terus meningkat, kami juga membuka peluang pengajuan realokasi ke pemerintah provinsi," pungkas politisi PDI Perjuangan itu. (dsm/why)


Share to
 (lp).jpg)



