Harga Sayur di Pasar Kebonagung Kota Pasuruan Melonjak, karena Faktor MBG?

Amal Taufik
Sabtu, 18 Jul 2026 13:31 WIB

SAYUR: Pedagang sayur di Pasar Kebonagung.
PASURUAN, TADATODAYS.COM - Warga yang berbelanja di Pasar Kebonagung, Kecamatan Purworejo, Kota Pasuruan, harus merogoh kocek lebih dalam. Sejumlah komoditas sayuran mengalami kenaikan harga dalam beberapa hari terakhir akibat pasokan dari daerah pemasok berkurang.
Pantauan di pasar pada Sabtu (18/7/2026), lonjakan harga terjadi pada hampir seluruh jenis sayuran. Timun menjadi komoditas dengan kenaikan paling mencolok. Jika saat libur sekolah sempat dijual sekitar Rp 10 ribu per kilogram, kini harganya mencapai Rp 20 ribu per kilogram.
Kenaikan juga terjadi pada sawi yang kini menyentuh Rp 40 ribu per kilogram dari sebelumnya Rp 20 ribu. Wortel naik dari Rp 12 ribu menjadi Rp 16 ribu per kilogram, buncis dari Rp8 ribu menjadi Rp 12 ribu per kilogram, terong dari Rp 8 ribu menjadi Rp 10 ribu per kilogram, labu siam dari Rp5 ribu menjadi Rp 7 ribu per kilogram, serta kacang panjang yang kini dijual Rp 5 ribu per kilogram dari sebelumnya Rp3 ribu.
Sementara itu, harga kubis dan kentang masih relatif stabil masing-masing di kisaran Rp 8 ribu dan Rp 14 ribu per kilogram. Harga daging ayam juga belum menunjukkan penurunan dan masih bertahan di angka Rp 35 ribu per kilogram.
Salah seorang pedagang sayur, Yukhanida, mengatakan kenaikan harga mulai dirasakan sejak awal pekan. Menurutnya, para pedagang sudah membeli barang dengan harga lebih mahal karena stok dari pemasok sedang terbatas.

"Harga sayur mayur naik. Ketika kulakan dibilang stoknya sekarang sedikit. Sementara permintaan banyak, jadi harganya naik," ujarnya.
Kondisi tersebut turut memengaruhi pola belanja masyarakat. Pedagang lain, Aminah, mengaku banyak pelanggan memilih mengurangi jumlah pembelian agar pengeluaran tetap sesuai kemampuan. "Jumlah yang dibeli pelanggan juga berkurang. Kalau biasanya beli 1 kilogram, sekarang beli setengah kilogram," katanya.
Selain faktor pasokan yang berkurang, sejumlah pedagang menduga meningkatnya kebutuhan sayuran untuk program Makan Bergizi Gratis (MBG) ikut memengaruhi permintaan di tingkat pemasok. Namun mereka belum bisa memastikan hal tersebut menjadi penyebab utama.
Para pedagang berharap distribusi pasokan kembali normal sehingga harga sayuran berangsur turun dan daya beli masyarakat dapat kembali meningkat. (pik/why)

Share to
 (lp).jpg)



